Beberapa waktu lalu, gw baru aja balik dari Lombok.
Bukan buat liburan mewah atau healing ala influencer, tapi karena penasaran banget—kayak apa sih view Gili Trawangan kalau dilihat dari udara?
Soalnya, tiap kali buka Instagram, muncul aja video drone dengan pantulan laut biru kehijauan dan pasir putih yang kayak tepung. Gila sih, Gili Trawangan tuh emang seindah itu. Tapi pas gw nyoba bawa drone sendiri ke sana, baru deh gw sadar… ternyata gak semudah kelihatannya.
Momen Pertama Nge-Drone di Gili Trawangan
Hari pertama nyampe Gili, gw menggunakan layanan sewa mobil Lombok terbaik dari lombok Permata buat nyebrang ke pelabuhan Bangsal. Dari sana, lanjut naik kapal kecil menuju Trawangan. Begitu nyampe, suara deburan ombak langsung nyapa. Udara asin laut, matahari cerah, dan pulau yang cuma segitu-segitu aja luasnya, tapi bikin lupa daratan.
Sorenya, gw mulai pasang drone. Tempat pertama yang gw incar? Area barat pulau, deket spot sunset. Waktu golden hour tuh, langitnya bisa campur antara oranye, ungu, dan biru muda. Dan dari atas, pemandangannya… sumpah, kayak lukisan hidup.
Dari layar monitor, kelihatan kapal-kapal kecil ngambang, orang-orang bersepeda di pinggir pantai, dan air lautnya jernih banget sampai bayangan karang di dasar bisa kelihatan.
Tapi ya, di balik semua keindahan itu, ada satu hal yang gw baru tau setelah drone gw sempet di-stop petugas setempat: ternyata, terbangin drone di Gili Trawangan itu gak boleh sembarangan.
Aturan Main Nge-Drone di Gili Trawangan
Nah ini penting banget buat lo yang punya drone dan pengen dapetin footage estetik buat stok konten.
Di Gili Trawangan, ada aturan khusus yang diterapkan pemerintah daerah dan pihak keamanan lokal. Karena meskipun kecil, pulau ini padat wisatawan—dan itu artinya banyak area yang harus dijaga privasinya.
Beberapa poin penting yang gw pelajarin waktu itu:
- Maksimal ketinggian 120 meter.
Jadi, jangan coba-coba ngeluarin gaya cinematic yang butuh altitude tinggi banget. Batas ini berlaku buat keamanan penerbangan dan biar gak ganggu aktivitas kapal kecil. - Gak boleh terbang di area hotel dan vila.
Ini udah jelas banget alasannya: privasi. Banyak turis yang datang ke Gili buat lepas dari hiruk pikuk kota, bukan buat masuk frame random drone orang. - Harus izin kalau untuk keperluan komersial.
Kalau lo shooting buat iklan, konten profesional, atau dokumenter, wajib lapor dulu ke Desa Gili Trawangan Office atau otoritas pelabuhan. - Hindari jam padat.
Biasanya antara jam 10 pagi sampai 3 sore, pantai penuh banget sama wisatawan. Terbang di waktu itu bisa bikin ribet—bukan cuma risiko nabrak, tapi juga ganggu suasana orang lain.
Setelah tau semua itu, gw jadi lebih hati-hati.
Gw mulai cari spot yang agak sepi, dan ternyata banyak banget tempat yang justru lebih indah karena belum banyak orang tahu.

Spot Drone Terbaik di Gili Trawangan
Dari pengalaman pribadi gw (dan beberapa sesi trial-error yang bikin baterai drone abis dua kali), ini dia spot yang paling worth it buat terbangin drone:
- Pantai Barat (Sunset Point)
Spot paling populer buat dapetin view matahari tenggelam. Dari udara, lo bisa lihat matahari turun di balik Gunung Agung, dengan laut berkilau di bawahnya. - Pantai Timur Dekat Pelabuhan
Cocok buat dapetin angle kehidupan lokal—perahu nelayan, aktivitas diving, sampai anak-anak main bola di pasir putih. - Area Utara Pulau
Nah ini favorit gw. Masih sepi, banyak pohon kelapa, dan lautnya bening banget. Dari atas, warnanya bisa gradasi dari biru muda ke toska, terus ke biru tua. - Di Atas Jalur Sepeda
Kalau lo ambil angle rendah sekitar 10–20 meter, lo bisa dapetin kombinasi unik antara jalan kecil yang dikelilingi pohon kelapa dan pantai di ujung horizon.
Setiap spot punya karakter sendiri. Dan justru karena itu, Gili Trawangan jadi tempat yang “ramah drone” — asal lo tahu aturan mainnya.
Tips Tambahan Biar Terbang Aman
Selain ngikutin aturan resmi, gw juga punya beberapa tips kecil yang bisa lo praktekin biar pengalaman nge-drone di Gili makin smooth:
- Cek arah angin sebelum take off.
Di tepi pantai anginnya bisa tiba-tiba kenceng banget. Kalau drone lo ringan, bisa langsung geser ke laut. - Bawa baterai cadangan.
Karena di Gili gak banyak tempat buat ngecas cepat, dan lo pasti pengen ambil footage di berbagai spot. - Gunakan mode cinematic atau tripod.
Mode ini bikin gerakan drone lebih halus dan hasil video jadi lebih natural. - Jangan terbang pas sore banget.
Cahaya sunset memang bagus, tapi setelah jam 6 sore, sinyal GPS bisa agak ngaco di beberapa titik.
Dari semua pengalaman itu, gw jadi ngerti kenapa banyak orang jatuh cinta sama Gili Trawangan.
Dari darat, dia udah indah. Tapi dari udara, Gili Trawangan kayak punya versi lain—lebih luas, lebih damai, dan lebih jujur.
Tapi ya itu tadi, keindahan juga datang bareng tanggung jawab. Kalau lo mau nikmatin pemandangan Gili lewat drone, pastiin lo juga jadi bagian dari orang yang menjaga keindahan itu.
Dan kalau lo mau ke sana, jangan lupa siapin perjalanan yang nyaman. Di Lombok Permata, lo bisa sewa mobil di Lombok biar perjalanan dari bandara ke pelabuhan Bangsal jadi lebih santai dan efisien. Setelah itu, tinggal naik kapal, dan biarkan langit Gili Trawangan jadi kanvas buat drone lo.
Karena kadang, perspektif terbaik… cuma bisa lo lihat dari atas.
