Air Terjun Jeruk Manis dari Tetebatu: Trek dan Akses Parkir yang Perlu Kamu Tahu

Beberapa waktu lalu gw sempet mikir…
Kenapa ya setiap orang yang baru pulang dari Tetebatu selalu cerita hal yang hampir sama?

Katanya suasananya beda.
Katanya hawanya adem.
Dan anehnya, banyak juga yang bilang perjalanan ke sana tuh bukan sekadar jalan-jalan, tapi kayak semacam “recharge” kecil buat kepala.

Awalnya gw pikir mungkin cuma lebay aja.

Tapi setelah denger cerita dari beberapa temen yang sempat mampir ke Air Terjun Jeruk Manis, gw mulai paham kenapa tempat ini sering jadi tujuan favorit orang yang lagi eksplor Lombok Timur.

Bukan cuma karena air terjunnya tinggi.
Bukan juga karena airnya dingin banget.

Tapi karena perjalanan menuju ke sana tuh punya cerita sendiri.

Lokasinya yang nyempil di kaki Gunung Rinjani

Air Terjun Jeruk Manis berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tepatnya di wilayah Tetebatu, Lombok Timur.

Kalau dilihat di peta, jaraknya dari Kota Mataram sekitar dua jam perjalanan.
Dari Bandara Lombok biasanya sekitar satu setengah sampai dua jam tergantung kondisi jalan.

Perjalanan menuju Tetebatu ini sebenarnya sudah jadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.

Di kanan kiri jalan, pemandangannya berubah pelan-pelan.
Dari yang awalnya jalanan kota, lalu masuk ke area desa, sampai akhirnya melewati hamparan sawah dan perkebunan.

Udara juga mulai terasa beda.

Semakin dekat ke Tetebatu, hawanya makin sejuk.
Bahkan kadang kabut tipis mulai turun di pagi hari.

Banyak orang yang bilang, perjalanan ke sini tuh rasanya kayak masuk ke Lombok versi lain.
Lebih tenang, lebih hijau, dan jauh dari keramaian pantai.

Trekking menuju air terjun yang surprisingly menyenangkan

Setelah sampai di area parkir, perjalanan belum selesai.

Masih ada trekking sekitar 20 sampai 30 menit menuju lokasi air terjun.

Tapi tenang.

Jalurnya termasuk ramah untuk kebanyakan orang.

Sebagian besar jalan sudah berupa jalur setapak yang cukup jelas, dengan beberapa bagian tangga batu.
Di sepanjang perjalanan, pengunjung bakal melewati hutan tropis yang cukup rapat.

Suara air sungai kecil kadang terdengar di samping jalur.
Angin yang lewat di sela pohon bikin suasana terasa adem terus.

Kadang ada monyet liar juga yang nongkrong di pohon-pohon sekitar.

Bukan tipe perjalanan yang bikin ngos-ngosan berat.
Lebih ke jalan santai sambil menikmati suasana alam.

Banyak orang bahkan berhenti beberapa kali cuma buat foto atau sekadar duduk sebentar menikmati udara segar.

Dan jujur aja, trekking ini justru jadi bagian favorit banyak pengunjung.

Karena sebelum sampai di air terjun, kita sudah lebih dulu “dipeluk” suasana hutan yang tenang.

Air Terjun Jeruk Manis yang benar-benar bikin kagum

Begitu sampai di area air terjun, biasanya reaksi pertama orang cuma satu.

Diam sebentar.

Air terjun ini tingginya sekitar 30 sampai 40 meter, jatuh dari tebing yang dipenuhi tanaman hijau.

Airnya jatuh lurus ke kolam alami di bawahnya, membentuk percikan kabut tipis di udara.

Kalau matahari lagi pas posisinya, percikan air itu kadang memantulkan cahaya kecil seperti pelangi.

Makanya tempat ini sering disebut punya suasana yang agak “magis”.

Suara air yang jatuh cukup keras, tapi anehnya justru terasa menenangkan.

Banyak pengunjung yang duduk cukup lama di batu-batu sekitar kolam.

Ada yang foto-foto.
Ada yang cuma ngobrol santai.
Ada juga yang nekat turun ke air meskipun dinginnya lumayan menusuk.

Dan di momen seperti itu biasanya orang sadar…

Kadang kita memang butuh tempat yang sederhana buat berhenti sebentar dari rutinitas.

Akses parkir dan hal yang perlu diperhatikan

Area parkir Air Terjun Jeruk Manis cukup luas dan biasanya bisa menampung kendaraan wisata.

Namun karena lokasinya berada di kawasan wisata alam yang cukup populer, terutama saat akhir pekan atau musim liburan, tempat parkir bisa cepat penuh.

Banyak wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan supaya perjalanan lebih fleksibel.

Apalagi kalau rencana perjalanan tidak hanya ke Jeruk Manis, tapi juga sekalian menjelajah Tetebatu, sawah-sawah sekitar, atau desa wisata di sekitarnya.

Dengan kendaraan sendiri, waktu perjalanan bisa diatur lebih santai tanpa harus buru-buru.

Ini yang biasanya membuat banyak wisatawan memilih menggunakan layanan sewa mobil di lombok ketika menjelajah Lombok Timur.

Karena selain lebih nyaman, perjalanan juga terasa lebih bebas.

Akhirnya gw paham satu hal.

Kadang tempat seperti Air Terjun Jeruk Manis bukan cuma soal destinasi wisata.

Bukan cuma soal foto bagus atau check-in lokasi.

Tapi lebih ke pengalaman perjalanan itu sendiri.

Mulai dari jalan menuju Tetebatu yang penuh pemandangan hijau, trekking santai di hutan, sampai akhirnya berdiri di depan air terjun yang suaranya menggema di antara pepohonan.

Semua itu kayak ngingetin kita sesuatu yang sering lupa.

Bahwa alam selalu punya cara sederhana buat bikin kepala kita lebih tenang.

Dan mungkin itu juga alasan kenapa banyak orang selalu ingin kembali ke tempat-tempat seperti ini.

Bukan karena mereka belum pernah datang.

Tapi karena setiap perjalanan ke sana selalu terasa seperti mengulang momen kecil yang menenangkan.

Dan kadang, itu saja sudah cukup.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *