Wisata Keluarga ke Kebun Strawberry Sembalun: Sewa Mobil + Sopir

Wisata Keluarga ke Kebun Strawberry Sembalun: Sewa Mobil + Sopir

Beberapa bulan terakhir ini gue sering ngerasa…
kok ya tiap weekend bawaannya pengen kabur dari rutinitas.
Bukan karena lelah kerja. Tapi lebih ke… pengen napas lebih panjang. Pengen lihat hijau, pengen udara dingin, pengen senyum anak-anak yang gak dibuat-buat.

Dan akhirnya, pas long weekend kemarin, gue dan keluarga kecil gue nekat jalan ke Sembalun. Tujuan utama?
Kebun Strawberry. Iya, yang katanya bisa petik langsung dan makan di tempat itu.

Awalnya sih, iseng aja. Tapi ternyata…
itu trip yang bikin hati kami kayak…
ya, kayak strawberry: asem-manis dan nyegerin.

Kenapa Sembalun?

Karena kita butuh udara yang bisa disedot dalam-dalam tanpa polusi.
Karena kita butuh lihat awan deket banget sama kepala.
Karena anak-anak gue udah mulai jarang senyum tanpa gadget, dan gue pengen liat mereka ketawa karena hal sesederhana… narik strawberry dari batangnya sendiri.

Dan yaudah, kita booking sewa mobil plus sopir dari Lombok Permata.

Gue udah malas mikir jalan, malas ribut sama Google Maps yang kadang suka ngajak muter ke kampung orang. Jadi kita cari layanan rental mobil Lombok yang udah paham jalanan kayak hafal garis tangan.
Dan ketemulah sama si sopir ini, namanya Bang Deni.

Dari awal jemput di hotel sampai nanti pulang, dia bukan cuma nyetir—tapi juga jadi guide, jadi fotografer dadakan, dan bahkan jadi pengatur mood.

Perjalanan ke Sembalun

Dari Mataram ke Sembalun, sekitar 3-4 jam.
Tapi karena kita berhenti-berhenti, jajan, foto, mampir beli jagung rebus di pinggir jalan, ya bisa molor. Tapi siapa juga yang buru-buru? Ini liburan, bukan lomba rally.

Di tengah jalan, ada satu momen yang gue inget banget.
Kita lagi muter di jalanan naik-turun, kiri-kanan bukit hijau, dan anak gue yang paling kecil tiba-tiba bilang:
“Pah, kenapa langitnya deket banget ya di sini?”

Gue diem. Karena… itu pertanyaan sederhana tapi ngena.
Di kota, kita suka lupa bahwa langit itu luas dan bisa bikin kita kecil. Tapi di sini, justru langit itu deket, dan bikin hati kerasa hangat.

Sampai di Kebun Strawberry

Begitu nyampe, dinginnya Sembalun langsung nyentuh tulang. Tapi mata anak-anak langsung berbinar.
Ladang strawberry terbentang rapi. Ada yang merah menggoda, ada yang masih putih, ada yang sembunyi di balik daun-daun.

Dan mereka langsung lari.
Gue gak sempat marah karena mereka nginjek lumpur, gak sempat cerewet karena tangan mereka kotor. Karena momen itu terlalu mahal buat digangguin ego “orang tua yang ideal”.

Di tempat itu, kita petik strawberry bareng, saling tunjuk-tunjukan mana yang paling gede, dan ketawa karena ternyata strawberry yang paling merah…
kadang juga yang paling asem.

Makan Siang di Kaki Bukit

Bang Deni ngasih rekomendasi warung lokal yang makanannya masih pakai kayu bakar.
Kita makan nasi putih, ayam kampung goreng, sambal tomat, dan plecing kangkung yang level pedesnya… ngingetin sama mantan.

Tapi yang paling enak dari semua itu adalah…
makan sambil liat anak-anak duduk di ayunan dari tali tambang, sambil sesekali ketawa kecil.

Itu bukan tawa karena game online.
Itu tawa karena mereka ngeliat kambing jalan nyelonong ke arah dapur.

Kenapa Harus Sewa Mobil + Sopir?

Karena liburan itu bukan tentang hemat bensin atau bisa nyetir sendiri.
Tapi tentang punya waktu untuk benar-benar hadir.

Selama perjalanan, gue bisa duduk di belakang sambil denger lagu-lagu lama, sambil pegang tangan istri gue yang udah lama banget gak gue genggam tanpa alasan.

Sementara sopir kami?
Dia tahu kapan harus diam, kapan harus cerita lucu, dan kapan harus berhentiin mobil cuma buat liat matahari jatuh di balik bukit.

Pulang dengan Hati Penuh

Waktu kita balik ke hotel, anak-anak udah tidur di mobil.
Tapi gue sama istri masih ngobrol pelan tentang hal-hal kecil yang tadi kita alami.
Tentang strawberry yang dicuri monyet.
Tentang anak kecil lokal yang ngajarin anak gue cara petik yang bener.
Tentang betapa murah senyum orang Sembalun.

Dan di titik itu, gue sadar…
liburan terbaik bukan yang jauh, bukan yang mewah.

Tapi yang bikin lo inget:
“Eh, kita tuh keluarga ya. Kita tuh masih bisa ketawa bareng tanpa harus ke mall atau staycation di hotel mahal.”

Akhir Kata

Kalau lo lagi mikir mau healing keluarga yang beneran “healing”…
Coba deh ke Sembalun.
Coba deh ke kebun strawberry yang sederhana itu.
Dan tolong…
jangan bawa mobil sendiri.

Karena perjalanan kayak gini tuh bukan soal nyampe cepat.
Tapi soal siapa yang bisa lo peluk lebih lama selama di jalan.

Sewa mobil plus sopir dari Lombok Permata bukan sekadar layanan, tapi tiket buat lo ngerasain kembali apa arti ‘jalan bareng’ yang sebenarnya.

Dan siapa tahu…
di antara strawberry yang lo petik itu, ada satu momen yang gak akan pernah lo lupa.
Yang akan lo simpan, bukan di galeri HP…
tapi di hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Sewa Mobil Lombok