Beberapa waktu lalu gw sempet ngobrol sama temen yang baru pertama kali liburan ke Lombok.
Dia cerita dengan ekspresi yang setengah kagum, setengah bingung.
“Gila ya… Mandalika itu keren banget. Tapi gw kemarin agak muter-muter dari bandara. Kirain deket ternyata jalannya banyak pilihan.”
Gw cuma ketawa.
Bukan karena ceritanya aneh. Tapi karena hampir semua orang yang baru pertama kali ke Lombok biasanya ngalamin hal yang sama.
Mereka turun di Bandara Lombok dengan penuh semangat, langsung kebayang pantai Mandalika, sirkuit MotoGP, pasir putih, dan laut biru yang fotogenik.
Tapi begitu keluar bandara…
Mulai muncul pertanyaan klasik.
Lewat mana ya biar paling cepat?
Awalnya gw juga mikir perjalanan dari bandara ke Mandalika itu ribet.
Banyak yang bilang jalannya muter, ada yang bilang harus lewat kota dulu, ada juga yang nyaranin lewat jalur pantai.
Tapi setelah beberapa kali bolak-balik Lombok, akhirnya gw sadar satu hal sederhana.
Kalau mau paling cepat dan santai, sebenarnya ada satu rute yang hampir selalu dipakai orang yang sewa mobil di Lombok.
Dan rute ini juga yang biasanya disarankan driver lokal.
Perjalanan biasanya dimulai dari Bandara Internasional Lombok yang ada di Praya.
Begitu keluar dari area bandara, mobil langsung masuk ke jalur utama menuju selatan Lombok.
Nah di titik ini biasanya ada dua tipe wisatawan.
Tipe pertama: yang langsung buka Google Maps dan mulai panik lihat banyak cabang jalan.
Tipe kedua: yang santai duduk di kursi penumpang karena sudah pakai layanan rental mobil Lombok lengkap dengan driver.
Dan jujur aja, tipe kedua biasanya jauh lebih menikmati perjalanan.
Karena mereka tinggal duduk, lihat pemandangan sawah, bukit, dan desa-desa khas Lombok yang masih alami.
Rute tercepat dari Bandara Lombok ke Mandalika sebenarnya lewat jalur Bypass BIL Mandalika.
Jalan ini memang dibangun khusus untuk menghubungkan bandara dengan kawasan pariwisata Mandalika.

Jadi konsepnya memang simpel.
Dari bandara langsung lurus, masuk jalur bypass, dan terus melaju ke arah selatan.
Tanpa harus masuk kota.
Tanpa macet pasar.
Tanpa putar-putar kampung.
Makanya jalur ini sering dibilang sebagai jalur “tol-nya Lombok”, walaupun sebenarnya bukan tol.
Perjalanan lewat jalur ini biasanya cuma sekitar 25 sampai 30 menit.
Tergantung kondisi lalu lintas dan kecepatan mobil tentunya.
Tapi dibanding jalur lain yang bisa memakan waktu hampir satu jam, rute ini jelas yang paling efisien.
Dan yang bikin perjalanan terasa cepat bukan cuma jaraknya.
Tapi karena jalannya lebar, mulus, dan pemandangannya terbuka.
Di kiri kanan sering terlihat bukit hijau dan ladang warga.
Kadang ada sapi yang santai makan rumput di kejauhan.
Kadang juga terlihat rumah-rumah kecil dengan halaman luas yang khas banget suasana desa Lombok.
Jadi perjalanan yang sebenarnya setengah jam itu terasa lebih seperti perjalanan santai menikmati pulau.
Di tengah perjalanan biasanya gw selalu sadar satu hal.
Kalau Lombok itu punya vibe yang beda dibanding tempat wisata lain.
Di sini semuanya terasa lebih tenang.
Jalannya gak seramai Bali.
Desanya masih terasa asli.
Dan pemandangannya masih banyak yang belum tersentuh bangunan besar.
Mungkin itu juga yang bikin orang yang datang ke Mandalika sering bilang hal yang sama.
Mereka datang untuk liburan.
Tapi pulang dengan rasa yang lebih santai.
Begitu mendekati kawasan Mandalika, suasana mulai berubah sedikit.
Bukit mulai terlihat lebih dekat.
Angin laut mulai terasa.
Dan di kejauhan kadang sudah terlihat garis pantai.
Di titik ini biasanya orang yang baru pertama kali datang mulai sibuk buka kamera.
Karena memang pemandangan Mandalika itu seperti muncul tiba-tiba.
Dari jalan datar, tiba-tiba langsung ketemu laut biru.
Makanya banyak wisatawan sekarang memilih menggunakan layanan sewa mobil Lombok langsung dari bandara.
Bukan cuma karena praktis.
Tapi juga karena mereka gak mau buang waktu liburan hanya untuk mikirin rute.
Driver lokal biasanya sudah hafal jalur tercepat, tahu kondisi jalan, bahkan tahu spot-spot bagus kalau mau sekalian mampir foto.
Jadi perjalanan dari bandara ke Mandalika bukan sekadar pindah lokasi.
Tapi sudah terasa seperti bagian dari pengalaman liburan itu sendiri.
Kadang gw juga mikir…
Perjalanan wisata itu sebenarnya mirip perjalanan hidup.
Kita sering fokus sama tujuan akhirnya.
Pantai yang indah.
Hotel yang bagus.
Tempat foto yang viral.
Padahal kalau dipikir-pikir, justru perjalanan menuju ke sana yang sering jadi cerita paling diingat.
Seperti perjalanan dari Bandara Lombok ke Mandalika ini.
Cuma setengah jam.
Tapi kalau dijalani dengan santai, dengan mobil yang nyaman, dan tanpa stres mikirin arah…
Perjalanan itu bisa terasa jauh lebih menyenangkan.
Jadi kalau suatu hari nanti kamu turun di Bandara Lombok dan ingin langsung menuju Mandalika…
Tenang saja.
Rutenya sebenarnya sederhana.
Lewat jalur Bypass BIL Mandalika.
Lurus saja ke selatan.
Sekitar tiga puluh menit.
Dan kamu sudah sampai di salah satu kawasan pantai paling indah di Lombok.
Sisanya tinggal satu hal.
Duduk santai di mobil.
Lihat pemandangan di luar jendela.
Dan biarkan perjalanan itu jadi bagian dari cerita liburanmu di Lombok.




